Minggu, 03 April 2011

MOBILISASI DAN IMOBILISASI


A. PENGANTAR MEKANIKA TUBUH
Mekanika tubuh adalah suatu usaha mengkoordinasikan sistem muskuloskeletel dan system saraf dalam mempertahankan keseimbangan , postur ,dan kesejajaran tubuh selama mengangkat , membungkuk , brgrrak , dan melakukan aktivitas sehari-hari.Pengunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi resiko cedera system muskuloskeletel.
Ø Kesejajaran Tubuh
Kesejajaran tubuh dan postur merupakan istilah yang sama , dan mengacu pada posisi sendi,tendon,ligament,dan otot selama berdiri,duduk dan berbaring.Kesejajaran tubuh yang benar mengurangi ketegangan pada struktur musculoskeletal,mempertahankan tonus otot secara adekuat,dan menunjang keseimbangan.
Ø Keseimbagan Tubuh
Kesejajaran tubuh menunjang keseimbangan tubuh.Tanpa keseimbangan ini,pusat gravitasi akan berubah ,menyebabkan peningkatan gaya gravitasi,sehingga menyebabkan risiko jatuh dan cidera.Keseimbangan tubuh dapat ditingkatkan dengan postur dan merendahkan pusat gravitasi,yang dapat dicapai dengan posisi jongkok.
Ø Koordinasi Gerakan Tubuh
Friksi adalah gaya yang muncul dengan arah gerakan yang berlawanan dengan gerakan benda.Jika perawat bergerak,berpindah,atau menggerakkan klien di atas tempat tidur maka akan terjadi friksi,Perawat dapat mengurangi friksi dengan mengikuti beberapa prinsip dasar .Semakin besar area permukaan suatu objek yang bergerak ,semakin besar friksi.Friksi dapat juga dikurangi dengan mengangkat bukan mendorong klien.Mengangkat merupakan komponen gerakan ke atas dan mengurangi tekanan  antara klien dan tempat tidur atau kursi.Pemakaian kain sprai yang dapat ditarik mampu mengurangi friksi karena klien lebih mudah bergerak diatas permukaan tempat tidur.

B. PENGATURAN GERAKAN

a)    Sistem Skeletal
Skeletal adalah rangka pendukung tubuh dan terdiri dari empat tipe tulang : panjang,pendek,pipih,dan ireguler (tidak bias beraturan).Tulang panjang membentuk tinggi tubuh  (misalnya: femur,fibula,dan tibia pada kaki).Tulang pendek ada dalam bentuk berkelompok dan ketika dikombinasikan dengan ligament dan kartilgo,akan menghasilkan gerakan pada ekstremitas.Dua contoh tulang pendek adalah tulang karpal dikaki dan tulang patella di lutut.Tulang pipih mendukung struktur bentuk seperti tulang di tengkorak dan tulangrusuk ditoraks.Tulang ireguler mmembentuk kolumna vertebra dan beberapa tulang tengkorak,seperti mandibula.Skelet tempat melekaknya otot dan ligament.Ikatan ini menyebabkan gerakan dari bagian skelet,seperti membuka dan menutup atau meluruskan lengan atau kaki.Skelet juga melindungi organ vital.Misalnya,tengkorak melindungi otak  dan rusuk melindungi jantung dan paru.
·        SENDI
Sendi adalah hubungan  diantara tulang.Ada empat klasifikasi sendi :
1.     Sendi sinostostik mengacu pada ikatan tulang dengan tulang.
2.     Sendi kartilaginus , atau sendi sinkondrodial,memiliki sedikit pergerakan,tetapi elastic dan menggunakan kartilago untuk menyatukan permukaannya.
3.     Sendi fribosa adalah sendi tempat kedua permukaan tulang disatukandengan ligamen atau membrane.
4.     Sendi synovial adalah sendi yang dapat digerakkan bebas karena permukaan tulang yang berdekatan dilapisi oleh kartilango artikular dan dihubungkan oleh ligamen sejajar dengan membrane synovial.
·        LIGAMEN
Ligamen adalah ikatan jaringan fibrosa yang berwarna outih,mengilat,fleksibel mengikat sendi menjadi satu dan menghubungkan tulang dengan kartilago.
·        TENDON
Tendon adalah jaringan ikat fibrosa berwarna putih ,mengilat,yang menghubungkan otot dengan tulang.
·        KARTILAGO
Kartilago adalah jaringan penyambung yang tidak mempunyai vaskuler,yang terletak terutama di sendi dan toraks,trachea,laring,hidung, dan telingga.

b)    Oto skelet
Gerakan tulang dan sendi merupakan proses aktif yang harus terintegrasi secara hati-hati untuk mencapai koordinasi.Otot skelet ,karena kemampuannya untuk berkontraksi dan berrelaksasi merupakan elemen kerja dari pergerakkan .Elemen kontraktil otot skelet dicapai oleh strutur anatomis dan ikatanya pada skelet.Ada dua tipe kontraksi otot:isotonic dan isometric.Pada kontraksi isotonic,peningkatan tekanan otot menyebabkan peningkatan tekanan otot atau kerja otot tetapi tidak a pemendekan atau pergerakan  aktif dari otot .Misalnya ,menganjurkan klien latihan kuadrisep.Gerakan volunteer adalah kombinasi dari kontraksi isotonic dan isometric.Misalnya ,ketika perawat mengangkat klien diatas tempat tidur ,berat klien menyebabkan peningkatan tegangan otot dilengan perawat sampai tegangan tersebut sama (isometrik) dengan beban diangkat dan beban lengan bawah.Ketika keseimbangan dicapai ,stimulasi berlanjut ke otot memendek (isotonik) dan menekuk siku (gerakan aktif),kemudian klien terangkat dari tempat tidur.meskipun kontraksi isometric tidak menyebabkan otot memendek,tetapi pemakaian energy meningkat.

c)     Sistem saraf
Pergerakkan dan postur tubuh diatur oleh system saraf.Area motorik volunteer utama,berada di korteks serebral,yaitu digiris prasentral atau jaringan motorik.Umumnya serabut motorik turun dari jalur motorik dan bersilangan pada tingkat medulla.Sehingga serabut motorik dari jalur motorik kanan mengawali gerakan volunteer untuk tubuh bagian kiri ,dan serabut motorik dari jalur motorik kiri mengawali gerakan volunteer untuk tubuh bagian kanan.
·        PROPRIOSEPSI
Propriosepsi adalah sensasi yang didapat melalui stimulasi dari dalam tubuh mengenai posisi dan aktivitas otot tertentu.Propriosepsi di dalam tubuh dipantau oleh proprioseptor,yang merupakan tempat ujung-ujung saraf di otot,tendon,dan sendi.
·        KESEIMBANGAN
Keseimbangan adalah kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan postur tubuh tetap tegak melawan gravitasi (duduk atau berdiri) untuk mengatur seluruh ketrampilan aktivitas motorik.

C. PRINSIP MEKANIKA TUBUH
Mekanika tubuh penting bagi perwat dan klien.Hal ini mempengaruhi tingkat kesehatan mereka. Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung kesehatan dan mencegah kecacatan.
Perawat menggunakan berbagai kelompok otot untuk setiap aktivitas keperawatan,seperti berjalan selama ronde keperawatan,memberikan obat,mengangkat dan memindahkan klien,dan menggerakkan objek.Gaya fisik dari berat dan friksi dapat mempengaruhi pergerakkan tubuh.Jika digunakan dengan benar,kekuatan ini dapat meningkatkan efisiensi perawat.Penggunaan yang tidak benar dapat menggangu kemampuan perawat untuk mengangkat,memindahkan,dan mengubah posisi klien.Perawat juga menggabungkan pengetahuan tentang pengaruh fisiologis dan patologis pada mobilisasi dan kesejajaran tubuh.

D. PENGARUH PATOLOGIS PADA KESEJAJARAN TUBUH DAN MOBILISASI
Banyak kondisi patologis yang mempemgaruhi kesejajaran tubuh dan mobiliasi.Ada  empat pengaruh patologis pada kesejajaran tubuh dan mobilisasi yaitu kelainan postur,gangguan perkembangan otot ,kerusakan system saraf pusat, dan trauma langsung pada system musculoskeletal.
·        Kelainan Postur
Kelainan postur yang didapat atau congenital mempengaruhi efisiensi system musculoskeletal,seperti kesejajaran tubuh,keseimbangan ,dan penampilan.Selama pengkajian fisik , perawat mengobservasi kesejajaran tubuh dan rentang gerak.Kelainan postur menggangu kesejajaran tubuh dan mobilisasi keduanya
·        Gangguan Perkembangan Otot
Distrofi muscular adalah sekumpulan gangguan yang menyebabkan oleh degenerasi serat otot skelet.Prevalensi penyakit otot terbanyak pada anak ,karakteristik disterifi muscular adalah progresif,kelemahan simetris dari kelompok otot skelet,dengan peningkatakan ketidakmampuan dan deformitas.
·        Kerusakan Sistem Saraf  Pusat
Kerusakan komponen system saraf pusat yang mengatur pergerakkan volunteer mengakibatkan gangguan kesejajaran tubuh dan mobilisasi.Jalur motorik pada serebrum dapat dirusak oleh trauma karena cidera kepala,iskemia karena cidera serebrovaskuler(stroke),atau infeksi bakteri karena meningitis.Gangguan motorik langsung berhubungan dengan jumlah kerusakan pada  jalur motorik.Misalnya ,sesorang yang mengalami hemoragik serebral kanan disertai nekrosis total,mengakibatkan kerusakan jalur motorik kanan dan hemiplegia pada tubuh bagian kiri.
·        Trauma Langsung Pada Sistem Muskuloskeletal
Trauma langsung pada system musculoskeletal menyebabkan memar,kontusio,salah urat dan fraktur.Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jarinagan tulang.Fraktur terjadi karena  deformitas tulang (misalnya: fraktopatologis karena osteoporosis,penyakit plaget dan ostoe genesis imperfekta)

E. TIRAH BARING
Tirah baring merupakan suatu intervensi dimana klien dibatasi untuk berada ditempat tidur untuk tujuan terapeutik.Tirah baring mempunyai pengertian yang berbeda-beda diantara perawat,dokter,dan tim kesehatan lainnya.Klien dalam kondisi bervariasi dimasukkan dalam kategori tirah baring.Lamanya tirah baring tergantung penyakit atau cidera dan status kesehatan klien sebelumnya.
·        Tujuan Tirah Baring
a.     Mengurangi aktivitas fisik dan kebutuhan  oksigen tubuh
b.     Mengurangi nyeri ,meliputi nyeri pasca operasi ,dan kebutuhan analgesic dengan dosis besar
c.      Memungkinkan klien sakit atau lemah untuk istirahat dan mengembalikan kekuatan
d.     Memberi kesempatan kepada klien yang lebih untuk beristirahat tanpa terganggu

F.  DAMPAK FISIOLOGIS PADA IMOBILISASI
Apabila ada perubahan mobilisasi,maka setiap system tubuh berisiko terjadi gangguan.Tingkat keparahan dari gangguan tersebut tergantung pada umur klien,kondisi,dan kesehatan.Secara keseluruhan serta tingkat  imobilisasi yang dialami.Misalnya,perkembangan pengaruh imobilisasi  lansia berpenyakit kronik lebih cepat dibandingkan dengan klien yang ebih muda.
·        Perubahan Metabolik
Sistem endokkrin , merupakan produksi hormone –sekresi kelenjar,membantu mempertahankan dan mengantur funsi vital seprti: 1.(respon terhadap stress dan cidera),2.(pertumbuhan dan perkembangan ),3.(reproduksi),4.(homeostatis ion),5.(metabolisime energi).Cidera atau sters terjadi,system endokrin memicu serangkain respon yang bertujuan mempertahankan tekanan darah dan memelihara hidup.Sistem endokrin penting dalam mempertahankan homeostatis ion.
·        Perubahan Sistem Resopiratori
Klien pasca operasi dan imobilisasi berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi paru-paru.Komplikasi paru-paru yang paling umum adalah antelektasis dan pneumonia hipostatik.Pada atelektasis,bronkeolus menjadi tertutup oleh adanya sekresi dan kolab alveolus distal karena udara yang diabsosbsi,sehingga menghasilkan hipoventilasi.Bronkus utama atau beberapa bronkeolus kecil dapat terkena.Luasnya atelektasis ditentukan oleh bagian yang tertutup.Pneumonia hipostatik adalah peradangan paru-paru pada skibat statisnya sekresi.Atelekstatis dan pneumonia hipostatik , kedunya sma-sama menurunkan oksigenasi ,memperlama penyembuhan ,dan menambah kenyamanan klien.
·        Perubahan Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler juga dipengaruhi oleh imobilisasi.Ada tiga perubahan utama yaitu : hipotensi ortostatik,peningkatan beban kerja jantung,dan pembentukan thrombus.
·        Hipotensi Ortostatik
Adalah penurunan tekanan darah sitolik 25 mmhg dan diastolic 10 mmhg ketika klien bagun dari posisi berbaring atau duduk keposisi berdiri.
·        Perubahan Muskuloskeletal
Pengaruh imobilisasi pada system musculoskeletal meliputi gangguan mobilisasi permanen keterbatasan imobilisasi mempengaruhi otot klien melalui daya tahan. Penurunan masa otot,atrofi dan penurunan stabilitas.Pengaruh lain dari keterbatasan mobilisasi yng mempengaruhi system skeletal adalah gangguan metabolism kalsium dan gangguan mobilisasi sendi.
·        Pengaruh Otot
Akibat pemecahan protein.Klien mengalami kehilangan masa tubuh ,yang membentuk sebagian otot  oleh karena itu,penurunan masa otot tidak mampu mempertahankan aktivitas tanpa peningkatan kelelahan.
·        Pengaruh Skelet
Imobilisasi menyebabkan dua perubahan terhadap skelet:gangguan metabolism kalsium dan kelainan sendi.Karena imobilisasi berakibat pada resorbsi tulang,sehingga jaringan tulang menjadi kurang padat dan terjadi osteoporosis.
·        Kontraktur sendi
Adalah kondisi abnormal dan biasa ditandai oleh sendi fleksi dan terfiksasi.Hal ini disebabkan tidak digunakanya ,atrofi dan pemendekan serat otot.Jika terjadi kontraktur maka sendi tidak dapat mempertahankan rrentan gerak dengan penuh.Sayangnya kontraktur  sering menjadikan send pada posisi yang tidak berfungsi.
·        Perubahan Sistem integument
Dekubitus terjadi akibat iskemia dn anaksia jaringan.Jarinagan yang tertekan ,darah membelok,dan konstriksi kuat pada pembuluh darah akibat tekanan persisten pada kulit dan sturktur dibawah kulit,sihingga respirasi selular terganggu,dan sel menjadi mati.Dekibitus adalah salah satu penyakit  iatrogenic paling umum dala perawatan kesehatan dimana berpengaruh terhadap populasi klien khusus lansia dan imobilisasi.
·        Perubahan Eliminasi Urine
Eliminasi urine klien berubah adanya imobilisasi.Pada posisi tegak lurus,urine mengalir keluar dari pelvis ginjal lalu masuk kedalam ureter dan kandung kemih akibat gravitasi.
·        Batu Ginjal
Adalah batu kalsium yang terletak didalam pelvis ginjal dan melewati ureter.Klien imobilisasi berisiko terjadi pembentukan batu karena gangguan metabolisme kalsium dan akibat hiperkalsemia.

G. PENGARUH PSIKOLOGI DARI IMOBILISASI
Imobilisasi menyebabkan respon emosional,intelektual,sensori,dan sosikultural.Perubahan status emosional biasa terjadi bertahap.Bagaimanpun juga  lansia lebih rentan terhadap perubahan-perubahan tersebut.Sehingga perawat harus mengobservasi lebih dini.Perubahan emosional paling umum adalah depresi,perubahan perilaku,perubahan siklus tidur  bangun,dan gangguan koping.Perkembangan pertumbuhan terjadi pada:
1.     Bayi
Tulang belakang bayi baru lahir berkurangnya garis antero-posterior yang ada pada orang dewasa .Garis tulang belkang pertama kali muncul ketika bayi memanjangkan leher pada posisi prone.Sejalan dengan pertumbuhan dan peningkatan stabilitas,tulang belakang torakal menjadi tegak,dan garis tulang belakang lumbal muncul,sehingga memungkinkan duduk dan berdiri.
2.     Todler
Postur toddler agak bepunggung lentur dengan perut menonjol.
3.     Anak usia pra sekolah atau sekolah
Pada usia 3 tahun tubuh lebih ramping,lebih tinggi dan lebih baik keseimbangan.Perut yang menonjol lebih berkurang.
4.     Remaja
Tahap remaja biasa ditandai dengan pertumbuhan yang pesat pertumbuhan kadng tidak seimbang.
5.     Dewasa
Orang dewasa yang mempunyai postur dan kesejajaran tubuh  yang benar merasa senang,terlihat bagus.Dan umumnya percaya diri.
6.     Lansia
Lansia kehilangan total massa tulang progresif terjadi  pada lansia.Beberapa kemungkina untuk penyebab kehilangan ini meliputi aktivitas fisik ,perubahan hormonal ,dan resorbsi tulang actual.Pengaruh kehilangan tulang adalah tulang menjadi lebih lemah : tulang belakang lebih lunak dan tertekan ,tulang panjang kurang resisten untuk membungkuk.




REFERENSI


Materi Dari Buku Fundamental Keperawatan  Edisi 4 Volume 2 (POTTER dan PERRY),pada bab 37.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar